
Bedah Toraks Berhasil Mengangkat Tumor Kompleks Secara Presisi dan Melakukan Rekonstruksi Dinding Dada untuk Menyelamatkan Kehidupan Pasien Muda
09 March 2026Pasien Jia mengalami nyeri di bagian dada disertai munculnya benjolan selama empat hari. Ia kemudian menjalani pemeriksaan CT scan di rumah sakit setempat. Hasil pemeriksaan menunjukkan kelainan serius pada seluruh bagian tulang dada (sternum): tulang mengalami pembengkakan disertai kerusakan berbentuk rongga pada beberapa area, dan bagian sternum yang mengalami kelainan tersebut berada sangat dekat dengan jantung. Dokter menilai bahwa kelainan inilah yang menyebabkan rasa nyeri di dada.
Bagi pasien Jia yang masih muda, hasil pemeriksaan tersebut merupakan pukulan berat yang membuat dirinya dan keluarganya sangat cemas. Untuk memastikan diagnosis, ia menjalani berbagai pemeriksaan dan konsultasi di beberapa rumah sakit. Meskipun telah dilakukan biopsi tumor pada sternum, penyebab pasti penyakitnya masih belum dapat dipastikan.
Untuk mengetahui diagnosis secara lebih jelas, pasien Jia dan keluarganya kemudian menjalani operasi biopsi sternum di salah satu rumah sakit. Hasil pemeriksaan patologi menunjukkan tumor mesenkimal derajat tinggi. Namun, karena bentuk sel tumor sangat beragam, dokter masih belum dapat memastikan jenis penyakitnya secara pasti, meskipun ada kemungkinan merupakan osteosarkoma (kanker tulang). Setelah menjalani berbagai konsultasi di banyak rumah sakit tanpa mendapatkan diagnosis yang benar-benar pasti, pasien dan keluarganya akhirnya datang ke klinik bedah toraks yang dipimpin oleh Direktur Yang Yi di rumah sakit kami.
Direktur Yang Yi menjelaskan bahwa kesulitan diagnosis pada kasus ini terutama disebabkan oleh dua hal. Pertama, lokasi tumor yang sangat khusus. Tumor terletak di bagian tubuh sternum sehingga menyebabkan tulang menjadi sangat tipis, dan posisinya sangat dekat dengan jantung, yang membuat pengambilan sampel jaringan menjadi sulit dan berpotensi menimbulkan kesalahan diagnosis. Kedua, morfologi patologi yang sangat kompleks, karena beberapa jenis tumor dapat menunjukkan karakteristik yang sangat mirip pada area tertentu, sehingga membutuhkan pengalaman tinggi dari dokter patologi untuk membedakannya secara akurat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sebelumnya serta laporan patologi dari berbagai rumah sakit, Direktur Yang Yi menyarankan agar tumor tersebut diangkat sepenuhnya melalui operasi. Pendekatan ini tidak hanya memungkinkan pengambilan jaringan tumor yang cukup untuk analisis patologi yang lebih akurat guna menentukan langkah pengobatan selanjutnya, tetapi juga dapat segera menghilangkan risiko yang ditimbulkan oleh tumor ganas tersebut. Setelah mempertimbangkan secara matang, pasien dan keluarganya akhirnya memutuskan untuk menjalani operasi sesuai saran dokter.
Selama operasi, dengan bantuan Wakil Kepala Dokter Wu Weiming dari departemen bedah toraks, Direktur Yang Yi berhasil mengangkat tumor secara menyeluruh sambil tetap melindungi jantung serta pembuluh darah besar yang berada di belakang sternum. Setelah tumor diangkat, terjadi defek pada dinding dada pasien. Untuk mengatasinya, tim bedah menggunakan sistem rekonstruksi dinding dada yang dirancang secara personal oleh tim bedah toraks rumah sakit, sehingga stabilitas rongga dada serta bentuk bagian depan dada dapat dipulihkan dengan baik.
Setelah operasi, pasien menjalani masa pemulihan di bawah perawatan tim medis dan perawat departemen bedah toraks. Kondisinya secara bertahap membaik hingga akhirnya dapat keluar dari rumah sakit dengan kondisi yang baik.
Direktur Yang Yi menjelaskan bahwa sternum merupakan bagian inti dari rangka dada, terletak di tengah dinding dada bagian depan, terhubung dengan tulang selangka di bagian atas serta dengan beberapa tulang rusuk di bagian samping dan bawah. Sternum berfungsi sebagai pelindung penting bagi organ vital seperti jantung serta memainkan peran krusial dalam menjaga fungsi pernapasan normal. Oleh karena itu, dalam menentukan apakah tumor sternum perlu dioperasi dan jenis operasi apa yang harus dilakukan, diagnosis patologi tetap menjadi standar emas dalam praktik klinis.
Data klinis menunjukkan bahwa tumor tulang dan jaringan lunak yang berasal dari dinding dada memiliki angka kejadian yang sangat rendah, sehingga memerlukan pengalaman klinis yang luas dalam penanganannya. Departemen bedah toraks di rumah sakit ini telah lama berfokus pada operasi pengangkatan tumor dinding dada dan rekonstruksi, serta didukung oleh tim multidisiplin yang kuat, termasuk departemen patologi, radiologi intervensi, kedokteran nuklir, bedah tumor tulang, onkologi medis, dan radioterapi kanker, sehingga dapat memberikan perawatan komprehensif bagi pasien.
Selain itu, Direktur Yang Yi juga mengingatkan bahwa tumor sternum memang jarang terjadi, tetapi jika muncul—terutama pada pasien muda—tidak boleh dianggap remeh. Jika ditemukan benjolan, nyeri, atau pembengkakan yang tidak jelas penyebabnya di bagian dada depan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan sedini mungkin.






