
Kasus Pertama di Dunia! Tim Yu Hongmeng / Wu Haitao / Chen Jian dari Eye & ENT Hospital of Fudan University Berhasil Mengobati 1 Kasus Tumor Kepala dan Leher Stadium Lanjut dengan Defisiensi INI1 Menggunakan CAR-T
16 April 2026Baru-baru ini, tim Yu Hongmeng / Wu Haitao / Chen Jian dari Eye & ENT Hospital of Fudan University, bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi dalam negeri, berhasil menyelesaikan 1 kasus terapi CAR-T untuk tumor kepala dan leher stadium lanjut dengan defisiensi INI1, dan memperoleh hasil yang sangat signifikan.
Tim berhasil menggunakan sel CAR-T yang menargetkan Trop2 untuk membawa perubahan klinis yang signifikan bagi seorang pasien dengan tumor ganas rongga hidung dan sinus akibat defisiensi INI1 yang kambuh pada stadium lanjut. Setelah reinfusi, pasien telah dipantau selama lebih dari 245 hari dengan kondisi tetap stabil. Hasil ini menunjukkan potensi sel CAR-T bertarget Trop2 dalam bidang pengobatan tumor padat.
Ini merupakan kasus pertama di dunia di mana CAR-T generasi baru bertarget Trop2 berhasil mengobati tumor ganas rongga hidung stadium lanjut. Kasus ini juga menjadi pengembangan penting dari hasil penelitian dasar CAR-T jangka panjang oleh tim penelitian terapi sel Rumah Sakit Mata, Telinga, Hidung, dan Tenggorokan Universitas Fudan.
Kambuh Berkali-kali, Pengobatan Stadium Lanjut Mengalami Jalan Buntu
Pasien adalah seorang pria lanjut usia yang pada tahun 2024 didiagnosis menderita tumor ganas rongga hidung dengan defisiensi INI1. Jenis patologinya adalah kanker langka dengan defisiensi SWI/SNF. Tumor telah menyerang bola mata sehingga menyebabkan nyeri kanker berat pada mata kanan pasien, dan telah terjadi metastasis.
Pasien sebelumnya telah menjalani beberapa kali operasi pengangkatan tumor melalui endoskopi hidung, lebih dari 50 kali radioterapi dan kemoterapi, serta terapi target dan imunoterapi. Semua metode pengobatan konvensional sudah tidak lagi efektif.
Terapi Inovatif Trop2 CAR-T Membawa Harapan
Kasus pasien seperti ini sebenarnya tidak jarang ditemukan dalam praktik klinis. Oleh karena itu, setelah memperoleh persetujuan dari komite etik, tim peneliti memutuskan menggunakan sel CAR-T bertarget Trop2 yang dikembangkan bersama oleh perusahaan bioteknologi domestik dan tim Chen Jian dari rumah sakit. Reinfusi CAR-T dilakukan pada Agustus 2025.
Terapi CAR-T merupakan teknologi imunoterapi kanker yang mutakhir. Secara sederhana, terapi ini dilakukan dengan mengambil sel T dari tubuh pasien — “pasukan khusus” dalam sistem kekebalan tubuh — kemudian di laboratorium sel-sel tersebut dipasangi “GPS navigasi” yang mampu mengenali tumor secara tepat (yaitu reseptor CAR), lalu dikembalikan ke tubuh pasien. “Prajurit super” yang telah dimodifikasi ini mampu menemukan dan membunuh sel kanker secara tepat sasaran.
Informasi terkait penelitian klinis ini telah didaftarkan di platform uji klinis internasional ClinicalTrials.gov. Selain itu, obat ini juga telah memperoleh persetujuan uji klinis dari Center for Drug Evaluation (CDE) di bawah National Medical Products Administration, yang menandakan bahwa kualitas penelitian dan keamanannya telah diakui oleh otoritas nasional.
Nyeri Kanker Hilang, Tumor Mengecil Menunjukkan Efektivitas
Satu minggu setelah reinfusi CAR-T, pasien melaporkan bahwa nyeri pada mata kanan berkurang secara signifikan, dan dua minggu kemudian rasa nyeri hilang sepenuhnya.
Evaluasi pencitraan MRI setelah reinfusi CAR-T menunjukkan bahwa lesi pasien berkurang secara nyata. Pembuluh darah yang sebelumnya tertekan oleh tumor kembali terlihat jelas, dan pencitraan menunjukkan penyusutan jaringan tumor. Setelah dikonfirmasi bersama oleh tim multidisiplin, lesi pasien dinilai telah mencapai remisi yang signifikan. Hingga artikel ini diterbitkan, pasien telah dipantau selama lebih dari 245 hari dan kondisinya tetap stabil.
Kiri dan kanan masing-masing menunjukkan hasil MRI pasien sebelum dan sesudah terapi CAR-T; area di dalam garis putus-putus kuning menunjukkan lesi di area kelenjar getah bening retrofaring; panah merah menunjukkan pembuluh darah yang sebelumnya tertekan oleh tumor dan kembali terlihat jelas serta utuh setelah reinfusi CAR-T.
Yu Hongmeng, peneliti utama dalam studi ini sekaligus wakil direktur Eye & ENT Hospital of Fudan University, menyatakan bahwa keberhasilan pengobatan pasien ini merupakan hasil kerja sama erat antara tim multidisiplin rumah sakit dan perusahaan farmasi inovatif. Ke depan, rumah sakit akan terus mendorong transformasi klinis dari lebih banyak terapi inovatif.
Pihak perusahaan bioteknologi domestik yang bekerja sama juga menyatakan bahwa produk CAR-T bertarget Trop2 telah menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam pengobatan kanker pankreas stadium lanjut, kanker paru-paru, dan kanker tiroid. Keberhasilan kasus ini juga semakin mendorong eksplorasi terapi untuk lebih banyak jenis tumor padat lainnya.





.jpg&w=3840&q=75)



